D.I.Y.

Bahagia itu sederhana, se-sederhana gue hari ini belajar menanam pohon. Ketimbang lo pada mengumpat sumpah serapah, saling menyalahkan atas bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia di awal tahun 2014 ini, mending turun tangan langsung!

IF THERE A WILL, THERE A WAY.

Kenapa gue bilang begitu. Modal gue belajar nanem pohon yang gue lakukan ini cuma modal kemauan.

Bibit pohon dari mana?

Bibit pohon gue dapat dari mulung biji pohon Mahoni yang jatuh di pinggir jalanPasirkaliki Bandung. Ya, kebetulan waktu itu di dekat kantor gue banyak berserakan biji pohon Mahoni. Terus gue mikir kenapa ngga gue tanam aja. Akhirnya biji/benih pohon Mahoni gue kumpulin di bekas wadah minuman. Jumlahnya hampir 20-an.

wpid-2013-06-27-17.09.40.jpg

(Salah satu pohon Mahoni yang ada di sepanjang jalan Pasirkaliki 109)

wpid-2013-07-05-16.43.23.jpg  wpid-2013-07-05-16.42.37.jpg

(Beberapa benih/biji pohon Mahoni yang gue ambil untuk ditanam)

Sekitar bulan Agustus 2013 kantor gue (Pasirkaliki 109) pindah ke Pasirkaliki bagian atas (Pasirkaliki 133). Akhirnya gue memutuskan untuk membawa bibit itu ke rumah. Dari sekian banyak benih yang dikumpulkan ternyata hanya 4 saja yang tumbuh dan sisanya membusuk.

Saat itu belum terbayang akan ditanam dimana. Toh, saat itu gue berpikir “pohonnya juga belum tumbuh”. Ya, sudah nunggu petunjuk dari gusti Allah saja.🙂

5 Months later…

wpid-2014-01-25-16.34.27.jpg   wpid-2014-01-25-16.54.03.jpg

wpid-2014-01-25-16.52.30.jpg  wpid-2014-01-25-14.18.49.jpg

(Sabtu 25-01-2014)

Tak seperti biasanya Sabtu itu tampak cerah, pikir gue waktu yang tepat untuk melepaskan bibit-bibit Mahoni ini untuk tumbuh mandiri.🙂

Di sebuah tempat yang cukup luas dan cukup terpelosok gue menanam 4 bibit pohon Mahoni dengan harapan bisa tumbuh besar dan bermanfaat di kemudian hari. Ternyata menanam pohon seorang diri cukup melelahkan terutama menggali tanah dipadang rumput dengan tekstur tanah yang keras. Tuhan tahu betul ternyata kalo gue sedang kesulitan menggali dengan skop berukuran kecil. Tiba-tiba datanglah seorang anak kecil yang menawarkan bantuan. Karena disekitar lahan tersebut berupa lahan pertanian akhirnya anak kecil tersebut mencarikan gue sebuah cangkul milik petani sekitar.

wpid-2014-01-25-16.56.18.jpg

Gue sadar sebenarnya menanam itu mudah, yang sulit adalah merawatnya. Sama halnya merawat sebuah hubungan dengan seseorang. #eeaaa

Sebuah penutup yang begitu epic. Sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s