I’ve Waited 2 Years For This Moment

Some my friends asked me. Why are you so long for this thesis?

And i answered. You’ll never understand until it happen to you!

Kalo dibilang lama semua orang akan bilang hal yang serupa. Tapi ini bukan tanpa alasan. Silahkan buka postingan gw sebelumnya. Seberapa besar pengorbanan gw untuk mengejar gelar S.AP (Sarjana Administrasi Publik) di STIA LAN RI Bandung.

IMG_20120512_123903

(Viky atau sering disapa ” si kecil” terlelap disela-sela menunggu kuliah pada hari sabtu)

IMG_20120426_190208

1332468282101

(Kiri: Gw pun ngga luput dari pantauan kamera. Kanan: Tri dan Ridwan saat menunggu hujan reda di basement)

Di beberapa kesempatan disela-sela menunggu kuliah gw dan teman-teman seperjuangan sampai harus tertidur di sudut-sudut kampus karena saking lelahnya kami dengan aktivitas di kantor. Tak jarang hari libur kami gunakan untuk mengerjakan tugas yang cukup menguras otak. Waktu weekend kadang kami gunakan untuk kuliah tambahan karena kearogansian seorang dosen.🙂

Kadang yang menjadi motivasi terus menjalani rutinitas ini adalah teman-teman yang lebih senior yang sudah berkeluarga dengan umur yang ngga muda lagi. Tapi mereka masih tetap menjalani rutinitas ini tanpa banyak mengeluh. Salut!

STIA LAN RI Bandung ini bukan kampus sembarangan. Kenapa? Gw ngga akan bercerita detail disini dan silahkan cari tahu sendiri sebelum memutuskan untuk berkuliah disini!

Percaya ngga percaya saat ospek STIA LAN RI Bandung angkatan gw (2012) rambut harus cepak minimal 2cm. Di awal gw ngga percaya dan mengganggap kalo ospek itu hanya bagian dari formalitas saja. Tidak ikut pun tidak jadi masalah besar.

Dan ternyata pemikiran gw tersebut salah besar sodara-sodara!

Bagi siapapun itu yang tidak ikut ospek dan belum punya sertipikat ospek tidak akan boleh mengikuti sidang! Dan ini tidak ada pengecualian! Ini serius! Mau lo dari instansi TNI yang pangkatnya udah Perwira sekalipun kalo belum punya sertipikat ospek, mohon maaf silahkan ikut ospek terlebih dahulu. Ngehek kan! Iyalah.

Ospek jaman angkatan gw pun terbilang lebay menurut gw karena peserta ospek diharuskan datang dikampus tepat jam 5 pagi. Bagi gw yang masih muda (saat itu umur gw masih 22) ngga terlalu terbebani. Tapi bayangin yang punya anak bahkan yang masih balita. Ngga jarang gw lihat peserta ospek terutama yang ibu-ibu menyusui bawa anaknya saat ospek. Dan di jam istirahat mereka menyusui bayinya. Ini fakta!

Seperti biasa ospek itu selalu punya kesan tersendiri. Ah, sudahlah toh dia sudah nikah dengan lelaki lain saat ini.🙂

Beberapa orang yang masih gw ingat dari awal ospek bahkan saat tes ujian seleksi itu salah satunya Tri (cek Instagram.com/wibowoadigunawan).

Bisa dibilang Alumni UGM ini adalah salah satu sahabat gw di STIA LAN RI Bandung dari awal hingga akhir.

20121029214355548

Di awal kuliah gw punya genk sendiri di kampus, ini satu genk isinya jebolan dari D3 Fisip Unpad semua (Liat photo paling atas sebelah kanan).

Yang lulus duluan pun yang paling senior, ya,  beliau adalah Pak Iwan yang bekerja di instansi Bandung Coret (re: Kab Bandung). Sempat beberapa saat yang lalu gw berfoto bersama ketika beliau terkena serangan jantung (cek instagram).

 SC20130422-194157

(Teman dari Padang Lawas ketika seminar rancangan penelitian – Hendra)

2012-04-23 18.52.54

(Genk D3 Fisip Unpad setelah selesai sholat Maghrib berjamaah. Dari Kiri ke Kanan: Iwan, Viky, Ridwan, Wibowo, Tama, Sandra)

19518_10151678642709199_1479656614_n

(Prodi MSDM Class of 2012)

1332257007284

(Ospek angkatan 2012)

Tak sia-sia perjuangan selama satu tahun kuliah dari awal hingga akhir tahun 2012 kami lewati dengan susah payah, pulang malam dilanjutkan dengan mengerjakan tugas hingga larut malam, pengorbanan waktu, tenaga, materi. Ditambah lagi bonus satu tahun untuk menyusun skripsi yang sebenarnya apabila dikerjakan secara efektif dan bimbingan secara intensif akan lebih cepat.

Beberapa teman terhambat dalam pengerjaan skripsi memang bukan tanpa alasan. Seperti beberapa teman terhambat karena lebih memilih untuk fokus pada pekerjaan, masalah pribadi seperti mengurus pernikahan. Ini terjadi pada sahabat gw Viky dan Ridwan (Coming soon on Feb 2014). Berbeda yang terjadi dengan gw dan Tama yang karena memang lebih karena faktor pekerjaan yang memang begitu sulit untuk ditinggalkan. Buat Tama sendiri ini ujian yang begitu berat karena di tengah-tengah perjalanan saat menyusun, ayahnya meninggal yang membuat dirinya drop dan sempat membuat stuck skripsinya hampir selama 2 bulan.

Tapi untunglah dia bangkit dan kembali meneruskan skripsi. Sampai pada akhirnya tanggal 19 Desember 2013 Tama dan gw sendiri melaksanakan sidang untuk Strata 1 di STIA LAN RI Bandung. Sempat nervous di pagi hari yang menyebabkan gw pergi ke toilet beberapa kali untuk buang air kecil. Tapi sebenarnya gw sangat berterima kasih karena mendapatkan jadwal jam pertama walaupun tahu resiko yang dihadapi adalah penguji yang masih fresh yang tanpa basa-basi mencecar gw dengan pertanyaan yang begitu intelektual. Hah!

Ternyata bukan gw aja yang nervous laptop gw pun mendadak ikut-ikutan nervous, ngga mau connect ke projector. Kampret.

Ya, akhirnya dengan pinjaman laptop dari Tama gw jadi juga persentasi pagi itu. Thank bro. Sampai pada akhirnya ketika sidang Yudisium diumumkan gw dinyatakan lulus dengan predikat “BIASA AJA” dengan IPK yang sama seperti satu tahun yang lalu 3.10.🙂

Tugas gw sekarang adalah mencari pasangan untuk gw ajak di wisuda nanti yang rencananya diadakan di pertengahan tahun 2014. Yes, lila keneh!

image

(Sidang Strata 1 Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia STIA LAN RI Bandung – 19 Des 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s