The Lucky Bastard

Sept 9th ’13.

“Selamat siang BRI unit Pasirkaliki dengan Wibowo bisa dibantu?”

“Iya, ini Bowo?”

“Iya, bu” jawab gue & hafal betul siapa suara diseberang telepon tersebut.

“Bowo kamu ikut SQ (Service Quality) ya nanti sore di Kantor Cabang”

“SQ bu? Lha, knp saya?”

“Knp kamu Nolak?”

Tanya bu Ita dgn nada sedikit tinggi. Setelah beberapa deal & penjelasan akhirnya gue mengiyakan & ikut bergabung dgn tim SQ Naripan utk kompetisi SQ Regional Kanwil Bandung tgl 21 Sept ’13 di Sendik Bandung.

Walau cukup berat karena gue hrs mengejar ketertinggalan 2 minggu utk materi yg telah dibahas. Jadi pd posisi ini gue sebagai pengganti peserta yg mengundurkan diri.

image

Sebenarnya dibalik alasan terbesar gue mengiyakan ikut SQ adalah sosok Ibu Florence.

Selasa 10 sept, akhirnya gue resmi bergabung dgn tim utk latihan secara rutin sehabis jam pulang kantor.

Sebenarnya masih ngga percaya saat itu knp gue org yg dipilih utk menggantikan posisi yg kosong tsb. Gue sangat yakin sebenarnya msh ada sosok yg lbh kompeten & pantas utk posisi ini. Ya kl emang rezeki ngga akan kemana.🙂

FYI aja sebenarnya gue ini sosok frontliner yg bs dibilang “bad boy” dr beberapa unit yg ada di Kanca Bdg Naripan. Bu Ita pun tau betul seberapa “bad boy” nya gue.🙂

Bu ita pernah mergokin gue ngga pake dasi saat jam operasional saat sidak ke unit pasirkaliki. ataupun melihat gue menggulung lengan baju hingga sikut saat melayani nasabah. Sering kali bolos mengikuti tes product knowledge.

Dan kebiasaan gue ini akhirnya menular ke teman2 lainnya di paskal. Pernah sekali waktu ketika ada tes product knowledge di kantor cabang hanya dihadiri oleh 1 frontliner dr yg seharusnya 5 frontliner.🙂

Dan ini yg paling unik, ketika semua frontliner paskal hadir utk tes product knowledge Bu Ita sampe bilang gini ke gue & temen2 “Wah, tumben nih paskal pd hadir semua!”.

Dan kita kru paskal cuma saling berpandangan satu sama lain. Lalu Bu Ita pun menghilang di keramaian.
Mungkin itu moment langka & sekaligus bersejarah buat Bu Ita dlm karirnya.🙂

Gue sadar saat mengiyakan bergabung dgn tim, tanggung jawab yg besar buat gue sekaligus beban tersendiri. Kenapa, krn pd tgl 8 sept gue udah mulai kembali memulai aktivitas bimbingan skripsi. Tapi setelah ikut SQ & hrs latihan sehabis pulang kantor makin mempersulit gue dlm membagi waktu. Ya, lagi2 gue ngepending skripsi yg udah hampir 3 bulan mengalami stuck.

Setelah bergabung latihan 2 hari dgn tim SQ, hari kamis waktu paskal. Gue dpt kabar kl gue dimutasi ke unit kerja Ciroyom. Kenyataan yg tambah memperburuk keadaan gue kala itu. Semua planning yg udah gue buat serasa satu2 runtuh.

Psikis gue mulai tergoyah, tapi mau gimana lagi gue cuma pion dr semua ini.🙂

Lelah memang setiap sore harus ikut latihan, kembali memahami product knowledge yg kebanyakan blm kita pahami secara detail yg notabene itu adalah product retail. Pulang lebih larut malam dr biasanya. Dan hrs kembali ke rutinitas keesokan harinya.

17 sept ’13.
Senin pagi ini kita para peserta khususnya dr tim mikro (unit kerja) diundang utk doa pagi di kantor cabang & akan dites product knowledge dgn sistem smart quiz di dpn Pimpinan Cabang, Manajer Operasional, dan sederet staff.
Sedikit shock aja sih, hrs ada acara begituan.

Semakin mendekati perhelatan akbar metode latihan mulai di variasi. Mulai dgn games siapa yg ngga bisa menjawab di coret dgn bedak basah. Menambah kekompakan dgn cara mencari tau tgl lahir, hobi, nomer handphone semua tim.

Ngga ada security, teller, customer service, ngga liat mereka senior ataupun dr retail atau unit. Semua sama kita punya beban utk bawa nama baik kanca Bdg Naripan.

Buat gue sendiri dgn pribadi yg “geek” “autis” tergabung dgn tim ini merupakan suatu yg “wah”. Ada satu moment dimana ketika gue harus melakukan salam 1-96 yg merupakan yell dr retail semuanya tampak kacau. Bu Ita hanya bisa geleng2 dan memperingtkan “Harus Hapal!”.

Gue pun menundukkan kepala disertai tawaan dr teman2.

Setiap kali smart quiz gue selalu terpukau sama dhita (tim retail: customer service kanca Naripan). Jawabannya hampir 95% tepat. Penguasaan materinya luar biasa.

Setiap sesi smart quiz, gue sama Oky (tim mikro) diadu sama Dhita, udah pasti ngga bisa berbuat byk. Juri minta jawaban 3, eh, si Dhita jawabnya 5 bahkan lebih. Pertanyaan 10 soal, 8 soal dijawab sm Dhita. Sisanya gue sm Oky.

19 sept 2013.
Kita mulai di karantina, dibebaskan dr pekerjaan kantor. Menyenangkan memang bs lbh fokus walaupun sebenarnya karantina ini menurut gue pribadi terlambat waktunya. Kl dibandingkan dgn kanca lain yg melakukan karantina pesertanya seminggu sebelum hari H.

Sampai berakhirnya karantina jam 8 malam, tim yg maju utk bertanding bsk yg mewakili mikro & retail kanca Naripan blm jg dipilih. Tim SQ ini terdiri dr 12 org, 6 org mikro & 6 org retail. Sedangkan tim yg ditunjuk utk bertanding masing2 tim hanya 3 org perwakilan dr mikro & retail. Sisanya sebagai cadangan.

Jumat, 20 Sept ’13. Kami tim Naripan segera menuju villa di kawasan Jln Maribaya Lembang. Rencananya kita akan menginap disana. Ngga banyak yang kita lakukan disana, kami hanya sharing satu sama lain. Makan nasi liwet buatan Pak Yayat. Menghafal lagu layananku. Ngalor ngidul sampe pada akhirnya jam 9 malam ditentukanlah tim yang akan maju utk besok.

Bu Ita dan Pak Tantan satu persatu nama2 yg akan bertanding esok hari dimulai dr tim retail.

Tim retail diwakili oleh:
1. Dhita – Customer Service
2. Cimel – Teller
3. Pak Cepi – Security

Tim mikro diwakili oleh:
1. Gue sendiri – Customer service
2. Novi – Teller
3. Pak Sofyan – Security

Ya, semua adalah wajah2 baru dlm SQ tahun ini kecuali Pak Sofyan dan Pak Yayat dr security yg sudah beberapa kali mengikuti SQ Vaganza.

Sebenarnya ada kejadian lucu sebelum acara penunjukan tim. Pak Tantan yg datang terlambat memeberikan surprise sebuah sepatu khusus bagi tim cowo baik retail & mikro.

Buat gue aneh aja pd hari sebelumnya, ketika akan kembali ke kantor cabang setelah di karantina. Tiba2 Bu Ita datang dan membagikan sepasang sepatu hanya utk peserta cewe. Dan itu dilakukan didepan semua peserta cowo.

Singkat cerita, peserta cowo ini tdk jadi diberikan sepatu yg seragam seperti hal nya yg cewe. Padahal saat gue bergabung dgn tim ini, semua ditanyakan nomer sepatu. Ya, buat gue sendiri saat ditanya nomer sepatu, ngga ngarep jg nantinya dpt sepatu gratis. Toh, gue masih punya Puma Suede, Nike Rosherun & Airmax. Haha…

Hari yg dinanti pun tiba. Semua tim siap menuju sendik. 2 tahun lalu di tempat ini, sendik, semuanya berawal. Awal karir gue di BRI. Coba mengingat setiap moment yg terjadi setiap kali gue memasuki ruangan.

Setelah mendaftar semua tim dr perwakilan kanca sekanwil bandung siap utk ceremony pembukaan SQ Vaganza tahun 2013. Ketika masuk venue gue ketemu teman2 seangkatan.

Gue bertemu beberapa teman dr kanca Dago Prioritas, Ahmad Yani, Setiabudi, dan teman bermain pingpong dr kanca Indramayu.

Pagi itu gue rasakan beberapa teman mulai terasa gugup. Khususnya bagi teman2 yg ditunjuk utk bertanding. Termasuk gue sendiri. Ini bisa gue liat dr wajah teman2 saat sedang berfoto. Ngga seperti biasanya mereka berfoto dgn ekspresi yg tegang. Sotoy bener gue ya. Haha..

image
image

Sebelum masuk ruangan gue liat ke sebelah kanan dada gue. Ada Pin SQ. Merinding gue, hanya org tertentu nih yg pake beginian. Sifat humoris gue pun keluar. “Salah pilih orang nih SDM cabang Naripan” -_-

image

Sekonyol2 konyolnya gue tetap gue baca bismillah dulu pas masuk ruangan.🙂

Setelah menempati posisi gue kemudian menemukan lebih dr beberapa manusia dlm ruangan yg mulai meminkan pulpen. Bunyi cetrak-cetrek terdengar lbh sering saat itu.
Ya, kalo gugup jgn terlalu melihatkan to. Ucap gue dalam hati.

Soal terdiri dari 5 dan waktu yg diberikan adalah 3 menit. Dan sifat konyol gue ngga berhenti sampe disitu. Pada lembar jawaban kolom unit kerja seharusnya diisi nama kantor cabang saja tapi gue malah isi dengan “Unit Ciroyom / Kanca Bdg Naripan”. Hahaha… Goblok.

Gue yakin saat itu banyak dr peserta yg “kaget” dgn soal yg diberikan. Pertama soal berupa cerita & dan beberapa berupa hitungan khusus bagi soal CS. Waktu yg diberikan pun hanya 3 menit dr waktu yg dijanjikan diawal yaitu 5 menit.

Gue akui, gue merasa kurang yakin dgn jawaban yg gue jawab tadi. Ketika keluar dr ruangan gue liat Dhita kurang begitu greget dgn jawaban yg dia isi. Tp tim tetap yakin kalo tim Naripan setidaknya bs masuk ke babak smart quiz.

Sambil menunggu siapa2 saja tim yg masuk ke babak smart quiz. Panitia menyediakan organ tunggal lengkap dgn pianis tunggal & penyanyi pengiringnya.

Hanya satu petanyaan dari gue. “kenapa harus dungdat?”🙂

Kesempatan itu pun datang, Cimel dan tim Naripan langsung menawarkan diri utk menyumbang lagu ala akadarnya. Sebuah lagu dungdat yg lg hype dgn goyang Caesarnya. “Buka dikit Josss”
Tak sia2 Cimel pun mendapat “sawer” penonton. Memang ngga besar nominalnya tapi gue rasa itu cukup utk uang make up satu bulan kedepan.

Setelah hampir 1 jam, hasil dr tes product knowledge pun di umumkan utk 15 besar yg masuk babak smart quiz. Tim mikro yg lebih dulu diumumkan oleh panitia baru kemudian tim retail.

Gue bersama tim mendengarkan panitia menyebut mundur dr posisi 15 hingga posisi 1 nama2 tim masing2 kanca yg lolos ke babak smart quiz.

Hingga posisi pertama disebut nama Naripan tdk terdengar sebagai salah satu tim mikro yg lolos ke babak smart quiz. Gue sendiri sebagai salah satu bagian dr tim mikro yg maju mewakili Naripan sangat kecewa. Ngga banyak yg gue lakuin selain menundukan kepala.

Partner in crime gue, Oky, cuma nepuk2 punggung gue. “Malu bro” ucap gue hina. Ya, hina aja masa tim2 dr daerah seperti cirebon, pamanukan, majalaya bisa lolos kita ngga. Lebih malu lagi karena sistem penilaian dr tes product knowledge menitik beratkan pd Customer service yg punya point tinggi sebesar 50%, Teller 30%, Security 20%.

Harapan itu masih ada pada tim retail yg beberapa saat lagi akan disebutkan oleh panitia. Sama seperti tim mikro, panitia mengumumkan mulai dr posisi 15 hingga posisi 1.

Namun hingga pada posisi teratas, lagi2 nama Naripan tidak lolos.

Tak lama setelah itu, Dhita keluar dr kerumunan dan menangis. Diikuti oleh Cimel. Begitupun dgn Novi walaupun tdk menangis tp terlihat dr raut wajahnya yh menunjukan rasa kecewa. Bagi kami inilah beban terberat yg harus diterima apabila hasil tdk seperti yg diharapkan.

Gue tahu betul gimana kapasitas product knowledge seorang Dhita. Gue ngga pernah sedikitpun meragukan itu. Dan masih ngga percaya aja tim retail naripan ngga lolos ke babak smart quiz. Kita kalah di penyisihan. Tapi ini kompetisi. Semua bs berbalik. Ya, anggap saja kita blm hoki.

Dan pada akhirnya selalu ada kesan yg mungkin akan membuat kita, peserta SQ Naripan thn 2013 merasa kangen akan “proses” masa2 latihan.

Buat gue pribadi yg memang seorang yg “autis” akan rindu dgn sosok pak Cepi yg kadang “ngga banget” saat latihan yg selalu “clash” dgn Karina. Kangen saat moment dimana pak Cepi menyebut “spa” dgn dieja setiap katanya menjadi “s-p-a”.
Belum lagi kata “call” yang dibaca “kal” dan yg tak lebih lucunya setiap kali akan makan, Pak Cepi selalu ingat anknya yg msh berumur 2 bulan. Dia selalu berbicara dgn nada yg lumayan tinggi “Makan ah Zaki”.🙂

Sama kelakuan Cimel yg selalu menirukan cara bicara Dhita yg “manja”. Para coaching Pak Tantan, Heri, Erik, Edwin dan ngga lupa Bu Ita, Ayu dll.

Sampe pada malam dimana gue ditunjuk utk mewakili Customer service dr tim mikro sebenarya gue masih menghapal lagu layananku & mars BRI. Bahkan sampe pagi harinya sebelum bertanding gue masih bertanya sm Oky bagaimana salam1-96. Gue akui Itu dosa terbesar yg pernah gue lakukan selama bergabung dgn tim SQ Naripan.

image

image

Setelah SQ ini selesai target selanjutnya buat gue adalah semoga cuti gue di Acc dan insya allah mempersiapkan ke Mahameru.

Dan fight di unit yg baru sambil menyelesaikan skripsi yg tak kunjung selesai.
image

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s