saturday

I come from a long struggle, i enjoy it. 

10 THINGS I LOVE ABOUT YOU

  1. You bring out the best in me

2. Your sense of humour

3. We can talk about anything together no matter what

4. Your thoughtful

5. I love your smile

6. We sometimes think alike

7. When you sing, even though you’re not good at it

8. The silly things you say

9. You keep your promises

10. Wait, I still not so sure at number 9. (:

INTROVERT

  
I’m not mad or depressed or antisocial.
I just need to not talk to anyone for a while.
And that’s okay.

MERBABU

Sedikit flashback. 2 (dua) tahun lalu, gue hanya pekerja kantoran yang stuck dengan rutinitas harian yang begitu-begitu saja yang ngga berani keluar dari zona nyamannya. Tapi siapa sangka sekarang gue ketagihan akan ketinggian, rindu berada beribu-ribu meter diatas permukaan laut. Ini adalah dream comes true yang kesekian kalinya dan bisa mendaki perdana salah satu Gunung terindah di Jawa Tengah. Inilah puncak gunung kedua diatas 3000 meter yang gue daki. Gunung Merbabu 3142 mdpl.

Tak ada satupun yang sebelumnya pernah mendaki Merbabu dari kami ber-enam; Andro, Finda, Guntur, Inesh, Rizal, termasuk gue sendiri. Gue hanya memberi penawaran, mereka sendiri yang akhirnya memilih ikut bergabung. Lets get lost! Continue reading

This moment will just be another story. Someday.

Untuk pertama kalinya gue melakukan pendakian dengan orang-orang baru dan dalam skala besar. Hari Jumat pertama di bulan April bersama 16 orang teman  lainnya dari PT Dirgantara Indonesia melakukan pendakian ke Gunung Gede.

Dimulai dengan beberapa sesi photo kemudian kami memulai perjalanan pendakian.

br />
IMG_1240

IMG_1110

Kami melakukan pendakian melalui jalur Cibodas dimana track pendakian tidak terlalu ekstrim dengan pemandangan yang memanjakan mata namun demikian jalur ini sungguh melelahkan karena menempuh waktu yang begitu lama jika dibandingkan dengan jalur Gunung Putri.

Diawal perjalanan gue sudah di overlap oleh beberapa teman, bahkan teman yang baru pertama kali mendaki (newbie) yang notabene adalah seorang perempuan.

Continue reading

Untitled

YK (baca: Yogyakarta) apa yang membuat Kota ini selalu istimewa dan selalu ada alasan buat sebagian besar wisatawan untuk kembali mengunjungi Kota ini?

Alasan pertama yang sangat masuk akal adalah suasana YK yang hadir dari keramahan warganya mulai dari penjuru kota hingga ke pelosok pedalaman.

Alasan kedua adalah warisan budaya yang sekaligus menjadi objek pariwisata, sebut saja Taman Sari, Candi Prambanan, Keraton, Pasar Beringharjo, dll. Tapi yang tak kalah eksotisnya adalah wisata alamnya dari mulai pantai, gua hingga pegunungan yang cukup lengkap tersedia di YK.

Selanjutnya, serupa dengan Bandung dunia industri kreatif di YK terus tumbuh dan ini jelas menjadi magnet bagi wisatawan untuk tetap menjadikan YK sebagai destinasi untuk berlibur.

Alasan berikutnya adalah kebijakan pemerintah yang dibuat di YK. Salah satu yang begitu terasa ketika mengunjungi YK adalah mengenai transportasi yang diaplikasikan pada sarana umum berupa Trans Jogja. Program Pemerintah ini tergolong cerdas menurut gue, kenapa?

Bayangkan saja selain bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum sehingga kepadatan lalu lintas dapat dikurangi.
Disisi lain Trans Jogja menerapkan Bus Rapid Transit yang dicanangkan oleh Dinas Perhubungan. Trans Jogja menghubungkan titik-titik penting yang ada di kota YK, seperti kampus-kampus, terminal, bandara, stasiun, objek wisata dan lain-lain dengan biaya yang terjangkau.
Sudah jelas ini memudahkan bagi para backpacker yang memang hendak menghabiskan waktu liburannya di YK.
Bisa dibilang sharing gue kali ini adalah sedikit oleh-oleh dari liburan indie minggu lalu yang sempat berkunjung ke YK.

Sempat gue membayangkan transportasi di Bandung serupa dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota YK. Menyenangkan pastinya tapi lupakan sejenak tentang Bandung dan Walikotanya yang kece dengan gebrakan visionernya. Continue reading

Comfort Zone

A comfort zone is a beautiful place but nothing ever grows there.

Untuk beberapa saat gue sempat terdiam membaca quote ini. Kemudian muncul berbagai hal menggantung dipikiran.

Begini; Sejak lama gue mencoba keluar dari zona nyaman memilih untuk menikmati status single dalam waktu yang lama, bertahun tahun. Tak ada ikatan dengan seseorang membebaskan gue menikmati hari sepanjang tahun semau yang ingin gue lakukan. Membaca buku berjam jam, ngeteh sambil menunggu sunset setiap sore selama seminggu penuh, pergi ke toko buku kapan pun yang gue mau, olahraga seharian di waktu weekend, naik gunung berhari-hari, kongkow bersama teman-teman dan kebebasan lainnya.

Now, what?

I feel I’m getting older (yes, we all are getting older each day) and I have responsibilities to be fulfilled. Being settled in career is my very first move to prepare my self to the next step, where I have to start to think about marriage life. Who will be the one? Who fits me perfectly and willing to spend her life with me until the death tear us apart.

Continue reading