This moment will just be another story. Someday.

Untuk pertama kalinya gue melakukan pendakian dengan orang-orang baru dan dalam skala besar. Hari Jumat pertama di bulan April bersama 16 orang teman  lainnya dari PT Dirgantara Indonesia melakukan pendakian ke Gunung Gede.

Dimulai dengan beberapa sesi photo kemudian kami memulai perjalanan pendakian.

br />
IMG_1240

IMG_1110

Kami melakukan pendakian melalui jalur Cibodas dimana track pendakian tidak terlalu ekstrim dengan pemandangan yang memanjakan mata namun demikian jalur ini sungguh melelahkan karena menempuh waktu yang begitu lama jika dibandingkan dengan jalur Gunung Putri.

Diawal perjalanan gue sudah di overlap oleh beberapa teman, bahkan teman yang baru pertama kali mendaki (newbie) yang notabene adalah seorang perempuan.

Continue reading

Untitled

YK (baca: Yogyakarta) apa yang membuat Kota ini selalu istimewa dan selalu ada alasan buat sebagian besar wisatawan untuk kembali mengunjungi Kota ini?

Alasan pertama yang sangat masuk akal adalah suasana YK yang hadir dari keramahan warganya mulai dari penjuru kota hingga ke pelosok pedalaman.

Alasan kedua adalah warisan budaya yang sekaligus menjadi objek pariwisata, sebut saja Taman Sari, Candi Prambanan, Keraton, Pasar Beringharjo, dll. Tapi yang tak kalah eksotisnya adalah wisata alamnya dari mulai pantai, gua hingga pegunungan yang cukup lengkap tersedia di YK.

Selanjutnya, serupa dengan Bandung dunia industri kreatif di YK terus tumbuh dan ini jelas menjadi magnet bagi wisatawan untuk tetap menjadikan YK sebagai destinasi untuk berlibur.

Alasan berikutnya adalah kebijakan pemerintah yang dibuat di YK. Salah satu yang begitu terasa ketika mengunjungi YK adalah mengenai transportasi yang diaplikasikan pada sarana umum berupa Trans Jogja. Program Pemerintah ini tergolong cerdas menurut gue, kenapa?

Bayangkan saja selain bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum sehingga kepadatan lalu lintas dapat dikurangi.
Disisi lain Trans Jogja menerapkan Bus Rapid Transit yang dicanangkan oleh Dinas Perhubungan. Trans Jogja menghubungkan titik-titik penting yang ada di kota YK, seperti kampus-kampus, terminal, bandara, stasiun, objek wisata dan lain-lain dengan biaya yang terjangkau.
Sudah jelas ini memudahkan bagi para backpacker yang memang hendak menghabiskan waktu liburannya di YK.
Bisa dibilang sharing gue kali ini adalah sedikit oleh-oleh dari liburan indie minggu lalu yang sempat berkunjung ke YK.

Sempat gue membayangkan transportasi di Bandung serupa dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota YK. Menyenangkan pastinya tapi lupakan sejenak tentang Bandung dan Walikotanya yang kece dengan gebrakan visionernya. Continue reading

Comfort Zone

A comfort zone is a beautiful place but nothing ever grows there.

Untuk beberapa saat gue sempat terdiam membaca quote ini. Kemudian muncul berbagai hal menggantung dipikiran.

Begini; Sejak lama gue mencoba keluar dari zona nyaman memilih untuk menikmati status single dalam waktu yang lama, bertahun tahun. Tak ada ikatan dengan seseorang membebaskan gue menikmati hari sepanjang tahun semau yang ingin gue lakukan. Membaca buku berjam jam, ngeteh sambil menunggu sunset setiap sore selama seminggu penuh, pergi ke toko buku kapan pun yang gue mau, olahraga seharian di waktu weekend, naik gunung berhari-hari, kongkow bersama teman-teman dan kebebasan lainnya.

Now, what?

I feel I’m getting older (yes, we all are getting older each day) and I have responsibilities to be fulfilled. Being settled in career is my very first move to prepare my self to the next step, where I have to start to think about marriage life. Who will be the one? Who fits me perfectly and willing to spend his life with me until the death tear us apart.

Continue reading

Untitled

Dari sekian teman seangkatan di Unpad (D3 Administrasi Logistik) hanya seorang teman yang benar-benar berkarir di bidang Logistik setelah lulus kuliah. Lalu sisanya memilih berkarir di dunia perbankan. Sama seperti gue yang sebelumnya telah lebih dulu berkarir di dunia perbankan selama kurang lebih 3 tahun. Di pertengahan tahun 2014 setelah memutuskan resign sebagai pegawai bank plat merah gue berkesempatan bekerja di bidang manufactur dan berada di divisi logistik.
Hari pertama masuk kerja gue langsung dibawa keliling tempat produksi melihat bagaimana cara proses air/cola kemasan dibuat. Hampir 80 persen proses pengerjaan dilakukan oleh robot. Sejenak rasa takjub melupakan perjanjian soal take home pay yang gue dapat per bulannya.
Mengingat menjadi hal tersulit selama 2 minggu pertama bekerja. Sering sekali gue lupa ataupun keliru menyebut nama rekan kerja sekantor. Hal lain yang membuat gue tampak begitu bodoh adalah sering kali membuat kesalahan dalam membuat delivery note bahkan hingga akhir menjelang resign. Gue terus menerus membuat kesalahan setiap minggunya. Fokus adalah musuh terbesar selama bekerja di TAB. (:

Tirta Amarta Bottling Co. (Plant 2)

Tirta Amarta Bottling Co. (Plant 2)

Bulan Ramadhan. Rasa jenuh akan rutinitas pekerjaan mulai terasa. Gue merubah cara kerja yang sebelumnya lebih sering diam di dalam kantor dengan berjalan jalan keliling area produksi, bermain ke area repacking. Setidaknya gue mulai berbaur dengan teman-teman di area pabrik. Dua jam berkeliling kemudian kembali ke dalam kantor, dan tak lama suara bel istirahat berbunyi. Cerdik! Continue reading

Bucket List

One of my Bucket list. I want to see Northern Lights.

Jalan Jalan Men!

22 Agustus 2014

Jumat pagi Gue, Risya (Om) dan Taufik atau yang lebih akrab disapa Aming udah siap berangkat ke Cileunyi. Gue sama Risya akan reuni sama sahabat lama. Rawink namanya. Yang pernah baca postingan “Life is an absurd journey” pasti tahu siapa orang ini. (:

Tapi sebelum berangkat gue ngga sengaja dapat pertanyaan dari nyokapnya si Om. “Mau kemana?” Tanya si Ibu.

“Ke Papandayan Bu”. Jawab gue.

“Papandayan? Bukannya ke Merbabu?” Si Ibu balik nanya dengan sedikit kecurigaan.

Kikuk. Bingung mau nyautin apa gue. Yaudah jujur aja emang mau ke Papandayan.

“Jangan mengkol-mengkol dulu ya! Inget! Cuma ke Papandayan aja kan, ngga nyimpang kemana-mana lagi?!”

Dalam hati. Kenapa gue yang jadi di introgasi gini. Sementara anaknya santei telpon-telponan di kamar.

Dengan nada meyakinkan gue bilang “Iya Bu, ngga akan nyimpang kemana-mana. Cuma ke Papandayan kok”.

Rule number one. Buat kalian yang mau jalan-jalan jangan lupa minta izin sama orang tua. Usahain bilang mau kemana dan sama siapa aja. Kalo sekiranya ngga penting banget ngebohong jangan ngebohong. Masih pada percaya sama yang namanya kualat kan?

Dengan dua motor kita langsung meluncur ke kosan Rawink, di kawasan Cileunyi Kab Bandung. Ini jadi reunian buat Gue dan khususnya Risya setelah hampir setahun tidak bertemu. Ya, terakhir kali bertemu saat pendakian ke Mahameru Oktober 2013. Sedangkan gue sudah lebih dulu silahturahmi ke Rawink tak lama setelah Idul Fitri. Kita hiking bareng ke Manglayang.

Bersama Rawink, Gue kebagian tugas membeli keperluan Logistik. Sementara Risya dan Taufik dibiarkan bebas dengan smartphonenya dikosan.

Pendakian kali ini bisa jadi sesuatu yang berkesan buat teman kami Taufik. Ini pendakian perdananya. Walaupun sebenarnya Taufik mengklaim sudah pernah ke Lawang Angin dan Gunung Puntang dan mengaku sudah expert.

Gue selalu ingat sebelum hari ini datang (jumat) Taufik selalu bilang hanya akan membawa daypack.

This is call expert? Begitu Gue & Risya membalasnya.

Okay, Taufik mengklaim dirinya seorang yang expert tapi tidak menurut Gue, Risya & Rawink. He still a newbie. (:

Dia sering sekali mengeluh ketika carriernya kita isi air atau persediaan logistik lainnya. “Udah penuh carrier gue, mau diisi apa lagi? Air udah ada 5 botol di dalam!”. Ucapnya dengan nada tinggi.

Semakin dia berontak tak henti-hentinya Gue & Risya memasukkan sesuatu ke dalam carriernya.

Gue & Risya selalu doktrin ke Taufik kalo naik gunung dapat pemandangan bagus itu bonus. Ya, kalo mau dapat bonus harus kerja dulu. Cara kerjanya bawa carrier berat, jangan buang sampah sembarangan, ikutin rule yang ada, dll.

Lagi ngga bosen-bosennya gue bilang gini. “Jangan sampe lo termotivasi naik gunung hanya karena gara-gara nonton 5cm. Atau liat postingan temen di Instagram!”

Barang-barang di repacking dari carrier setelah kita belanja persediaan logistik. Pendakian kali Ini bisa jadi “revenge” buat Rawink. Dulu waktu ke Mahameru dia yang bawa semua logistik untuk keperluan 5 orang selama 4 hari dan sekarang dia hanya bawa daypack. Karena ini adalah pendakian pertama gue dengan carrier (baru) 75 liter. Sebut saja gue newbie,ya, newbie dalam masalah packing dengan carrier 75 liter.

Packing dilakukan dengan sangat rapih oleh Rawink, bagaimana seharusnya barang ditempatkan. Komposisi barang yang tepat bisa memaksimalkan isi carrier dengan lebih banyak membawa barang bawaan/persediaan logistik. Memang yang sering menjadi permasalahan adalah cara packing baju, jacket, raincoat, sleeping bag apapun itu yang bisa dilipat. Pastikan melipat dengan sangat rapih dan press setipis mungkin untuk menghemat ruang. Pastikan barang-barang yang disebutkan diatas tadi disimpan dibagian bawah. Setelah barang tersebut masuk dalam carrier tekan hingga bisa menghemat space yang diinginkan. Bila perlu lakukan dengan cara diinjak.

image

Continue reading

Karakter Orang Dilihat Ketika Sedang Sarapan Bubur Ayam

image

Bicara soal bubur ayam emang enak sih dijadiin sarapan di pagi hari tapi suka merhatiin ngga fakta-fakta apa saja yang terjadi ketika sedang sarapan bubur ayam. Nah, ini ada beberapa hal yang dilakukan orang saat sedang sarapan bubur ayam yang berhasil gue perhatikan selama masa liburan lebaran.

1. Yang sebelum makan, buburnya diaduk-aduk ampe kaya “maaf” menyerupai eek ayam. Tipe orang yang begini biasanya adalah tipe orang yang suka PHP-in pasangannya. Kenapa gue tahu? Dulu gue sempet diajarin belajar membaca karakter orang dari Guru Seni di SMA, namanya Pak Sukendi.

2. Yang makan bubur ayam masih panas mulutnya mangap-mangap. Sedangkan tipe ini memperlihatkan karakter seseorang yang mudah gelisah. Ketika seseorang merasakan kegelisahan maka akan berdampak pada ketidaksabaran dan berujung pada ketidakpuasan.

3. Harus dikunyah setidaknya 13 kali. Ini menunjukan tipe orang yang tidak mudah menyerah dan menyukai hal-hal baru. Ini kesempatan buat kalian yang memang sedang mencari pacar/pasangan tipe ini bisa jadi cocok dijadikan teman hidup kalian. Selamat mencari. Semangat!

4. Memisahkan sambal diatas sendok. Jika kalian pernah mengalami hal tersebut berarti kalian sedang dilayani oleh tukang bubur yang bertipe kreatif sedikit bicara dan banyak bekerja. Selain itu tipe ini menunjukkan bahwa seseorang bekerja secara efektif dan efisien.

5. Selanjutnya ada tipe orang yang makan bubur ayam lebih dari waktu yang ditentukan. Standar yang ada selama ini untuk mengabiskan semangkok bubur berkisar antara 5 s/d 8 menit. Tipe seperti ini menggambarkan karakter orang yang sering menunda-nunda pekerjaan.

6. Niat olahraga/Jogging malah sarapan bubur ayam. Kalo yang ini menunjukkan bahwa orang tersebut mempunyai karakter ingkar janji. Hati-hati apabila bertemu dengan orang tipe ini.

7. Mengajak makan bubur ayam tapi lupa bawa uang sendiri. Sedangkan tipe yang satu ini sudah masuk pada level yang mengkhawatirkan. Tipe orang seperti ini masuk dalam kategori pelit.

8. Yang makan bubur ayam dipinggir jalan salah satu kakinya dinaikin ke kaki yang satunya. Ini menandakan bahwa orang tersebut tergolong tipe penyabar dengan pembawaan yang kalem dan santai disetiap waktu.

Itulah 8 karakter orang dilihat ketika sedang sarapan bubur ayam. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi acuan menilai orang disekitar kalian.