ADAM & KEIRA (Part 2)

Adam sengaja memasang alarm di arlojinya tepat jam 5.10 pagi. Adam sudah merancang ini semua sejak di Stasiun Bandung. Adam hanya ingin memastikan apakah Keira benar-benar seperti yang dikatakan Ibunya: “Keira itu cantiknya kelewatan lho Dam kalo lagi tidur”. Sungguh, Adam merasa geli apabila mengingat ucapan tersebut pada Sabtu sore di sela-sela jamuan makan di rumah Keira.

Namun, kini Adam percaya Tante Wati tidak berbohong. Anaknya memang benar-benar cantik. Pagi itu sinar mentari pagi menembus kulit wajahnya yang putih merona. Subhanallah. Adam berucap kagum. Sesaat kemudian dia membandingkan dengan kulitnya yang berwarna kuning langsat. “Jauh benar ya”. Ucapnya sedikit ngenes.

Adam sadar betul salah satu kekurangannya adalah mengingat. Tapi tidak untuk yang satu ini. Adam akan mengingatnya sebagai salah satu pagi terbaik yang pernah ia lewati. Sebelumnya hanya ada satu pagi yang begitu berkesan baginya. Yaitu ketika melihat sunrise saat summit attack ke Mahameru. Walaupun tidak melihat sunrise dari atas puncak Mahameru namun dia mengingatnya sebagai salah satu the best early morning ever dalam hidupnya.

Y O U
Continue reading

True Love

Pastinya pernah kan sekali waktu iseng liat phone book di smart phone atau sekedar ngecek followers di twitter ?

Biasanya sih dari skrol-skrol di phone book atau twitter menghasilkan sesuatu yang awesome. :)

Ngga ada salahnya juga ngecekin kaya gitu. Ada saat dimana muka lo akan menampilkan ekspresi yang unik ketika melihat deretan nama-nama yang ada di phone book atau di followers. Entah itu tersenyum, atau drastis berubah ketus. Dan gue yakin dari deretan nama-nama tersebut mempunyai ceritanya sendiri-sendiri.

Dari sekian deretan nama yang ada di phone book, ada banyak yang menarik perhatian sebenarnya tapi kayanya ngga ngebahas akan lebih baik. :)

Nah, kalo dari followers gue sangat tertarik sama akun yang satu ini.

image

(Lihat Followers paling atas)

Dini ini teman sekelas gue di SMA tepatnya saat kelas 12. Tanpa pikir panjang gue pun kepo-in twitter si Dini.

Melihat profil twitternya kalimat pertama yang gue ucap adalah “Si Kampret, Gokil” lalu tertawa puas. Dini dan Diaz ini satu alasan kenapa gue kangen masa-masa SMA. Sebenernya Dini & Diaz punya saingan yang ngga kalah gokil di zamannya. Mereka adalah Nicky dan Fauzyah.
Nicky & Dini satu kelas sama gue di IPS 3. Sedangkan pasangan mereka berada di kelas yang sama pula di IPA 4.

Sayangnya tak lama setelah lulus SMA Nicky & Fauziah tidak bisa mempertahankan julukan “couple of the year” yang gue kasih karena cinta Nicky di khianati Fauziah. :(

image

image

(Tampilan Profil Twitter Dini & Diaz)

Buat gue pribadi & salah satu teman (Irhan) melihat kisah cinta Dini-Diaz & Nicky-Fauziah adalah sebuah fenomena yang langka saat SMA dulu (circa 2004-2007).
Continue reading

D.I.Y.

Bahagia itu sederhana, se-sederhana gue hari ini belajar menanam pohon. Ketimbang lo pada mengumpat sumpah serapah, saling menyalahkan atas bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia di awal tahun 2014 ini, mending turun tangan langsung!

IF THERE A WILL, THERE A WAY.

Kenapa gue bilang begitu. Modal gue belajar nanem pohon yang gue lakukan ini cuma modal kemauan.

Bibit pohon dari mana? Continue reading

Thankgiving

Jaman SMA pengen punya sepatu Nike harus ngumpulin uang jajan dulu beberapa bulan. Kalo ngga gitu paling nyoceng SPP atau ngga uniko (usaha nipu kolot) *Jangan dikutin ya adek-adek!

Tapi kalo dibandingin sama sekarang sih jaman gw SMP, SMA hobi pake sneaker blm se’happening kaya sekarang. Paling kece pake sneaker jaman SMP paling Converse Chuck Taylor,
Continue reading

I’ve Waited 2 Years For This Moment

Some my friends asked me. Why are you so long for this thesis?

And i answered. You’ll never understand until it happen to you!

Kalo dibilang lama semua orang akan bilang hal yang serupa. Tapi ini bukan tanpa alasan. Silahkan buka postingan gw sebelumnya. Seberapa besar pengorbanan gw untuk mengejar gelar S.AP (Sarjana Administrasi Publik) di STIA LAN RI Bandung.

IMG_20120512_123903

(Viky atau sering disapa ” si kecil” terlelap disela-sela menunggu kuliah pada hari sabtu) Continue reading

118

Jumat Keramat. Tanggal 29 November 2013 adalah hari terakhir dimana gw bekerja di Bank Rakyat Indonesia (Kanca Bandung Naripan). Masih teringat jelas suasana sore itu setelah jam operasional selesai. Semua yang telah terlewati dari awal, suka maupun duka. Sesekali tersenyum sambil memutar-mutar kursi
Continue reading

LIFE IS AN ABSURD JOURNEY

Sebelumnya gw mau pinjem kata-kata yang ada di Header blognya Marischka Pruedence sebagai judul postingan kal ini.

Semua berawal dari sebuah rencana di bulan Agustus atau tepatnya pada bulan Ramadhan. Tanpa sengaja ide untuk trip ke Mahameru muncul dengan sendirinya. Walaupun sebenarnya trip ke Mahameru saat ini lebih terdengar “mainstream” karena efek dari film 5cm.

Rencana awal keberangkatan adalah bulan September, namun karena satu dan lain hal jadwal pun diundur menjadi diawal bulan Oktober. Setelah mendapat kepastian keberangkatan ke Mahameru dari teman akhirnya gw siap mengajukan cuti kerja. Sempat hopeless karena sebelum mengajukan cuti gw sendiri di mutasi ke unit kerja Ciroyom. Brengkes!

Akhirnya dengan bantuan Kepala Unit gw di pasirkaliki, cuti gw di acc oleh pihak Kantor Cabang Naripan sebanyak 5 hari terhitung dari tanggal 1 Oktober s/d 7 Oktober. Lucky Bastard!

H-7 gw mulai intens jogging, selain jogging gw juga mulai browsing apa-apa saja yang harus dipersiapkan untuk melakukan pendakian.

***

Selasa, 1 Okt 2013

Selesai sholat subuh gw mulai packing perlengkapan yang akan dibawa, tapi baru 10 menit beres-beres apa daya gw kembali ngulet. Haha…

Packing kembali dilanjutkan sekitar jam 10 pagi, mulai dari sleeping bag, matras, baju ganti, power bank, obat-obatan, buah-buahan, satu persatu masuk ke dalam carrier/ransel. Akhirnya gw cabut dari rumah bareng teman SMA (Risya) sekitar jam 2.10 menuju kantor lama gw di Pasirkaliki. Dari Paskal gw langsung menuju ke stasiun Bandung, hujan pun turun ketika gw memasuki pelataran stasiun.

Ini salah satu yg gw tunggu-tunggu dari perjalanan ke Mahameru. Kereta Api. Klasik. Unik. Dan ini juga kali pertama gw naik kereta api kelas ekonomi utk perjalanan jauh. Kereta api kelas ekonomi sekarang lebih manusiawi, jauh lebih nyaman dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di stasiun gw dan Risya bertemu teman lainnya, Rawing, Hamim, Wulan.

Di stasiun kami berlima menjadi pusat perhatian banyak orang, ya, satu perempuan gila bersama empat pemuda tanggung dengan carrier/ransel besar berjalan sepanjang pelataran ruang tunggu stasiun. Entah kenapa buat gw saat itu kejantanan gw meningkat 11 kali dari biasanya. Rasanya seperti baru meniduri 5 wanita sekaligus. Haha….

Kuda besi itu mulai bergerak maju. Kereta berangkat tepat jam 4.30 dan sepanjang perjalanan gw menikmati suguhan pemandangan persawahan, bukit-bukit, bocah-bocah di perkampungan sedang bermain bola & ibu-ibu menyusui.

2013-10-01 16.50.59

(Sore hari saat perjalanan berangkat melewati daerah Garut)

Di perjalanan sempat beberapa bocah-bocah kampung melempari kereta yang kami naiki dengan batu dan meneriaki kami “Bonek”. Buat gw ini lucu aja, bocah seumur mereka melempari kereta dengan batu dan mengeluarkan kata-kata sumpah serapah. Shock juga sebenernya melihat bocah seumur mereka melakukan hal tersebut.

2013-10-02 06.23.43

(Kaca Kereta yang sudah retak akibat dilempari batu oleh oknum warga)

Sepanjang perjalanan gw lebih banyak berdiam diri menikmati pemandangan, sesekali ikut bercanda dengan yang lain saling melempar jokes satu sama lain. Tertawa puas membahas kebodohan yang dilakukan Vicky dengan bahasa “Vickynisasinya”.

Sampai pada suatu malam gw berpindah tempat duduk ke bangku sebelah yang ada didepan. Lalu menyapa perempuan berkerudung yang ada dihadapan gw. “Tujuan Malang mbak?”

“Oh, bukan. Jogja Mas”. Jawabnya lembut.

“Mau ke Malang?” Tanya perempuan itu.

“Iya” jawab gw singkat.

“Liburan?”

“Iya, ke Mahameru” jawab gw dengan lantang!

Tampaknya ia tahu bagaimana harus menanggapi jawaban gw saat itu. Dan senyumannya cukup membuat percakapan malam itu mulai mencair. Entah kenapa ngobrol dengan seseorang yang satu almamater lebih menyenangkan dan chemistry’nya lebih mudah terbangun. Setelah saling bertukar cerita dan pengalaman akhirnya diantara kita berdua sudah mulai lelah dan menginjinkan satu sama lain untuk beristirahat sejenak.

Sampai pada ketika gw terbangun dari tidur dan kereta telah sampai di stasiun Tugu Yogyakarta,
Continue reading