Untitled

Dari sekian teman seangkatan di Unpad (D3 Administrasi Logistik) hanya seorang teman yang benar-benar berkarir di bidang Logistik setelah lulus kuliah. Lalu sisanya memilih berkarir di dunia perbankan. Sama seperti gue yang sebelumnya telah lebih dulu berkarir di dunia perbankan selama kurang lebih 3 tahun. Di pertengahan tahun 2014 setelah memutuskan resign sebagai pegawai bank plat merah gue berkesempatan bekerja di bidang manufactur dan berada di divisi logistik.
Hari pertama masuk kerja gue langsung dibawa keliling tempat produksi melihat bagaimana cara proses air/cola kemasan dibuat. Hampir 80 persen proses pengerjaan dilakukan oleh robot. Sejenak rasa takjub melupakan perjanjian soal take home pay yang gue dapat per bulannya.
Mengingat menjadi hal tersulit selama 2 minggu pertama bekerja. Sering sekali gue lupa ataupun keliru menyebut nama rekan kerja sekantor. Hal lain yang membuat gue tampak begitu bodoh adalah sering kali membuat kesalahan dalam membuat delivery note bahkan hingga akhir menjelang resign. Gue terus menerus membuat kesalahan setiap minggunya. Fokus adalah musuh terbesar selama bekerja di TAB. (:

Tirta Amarta Bottling Co. (Plant 2)

Tirta Amarta Bottling Co. (Plant 2)

Bulan Ramadhan. Rasa jenuh akan rutinitas pekerjaan mulai terasa. Gue merubah cara kerja yang sebelumnya lebih sering diam di dalam kantor dengan berjalan jalan keliling area produksi, bermain ke area repacking. Setidaknya gue mulai berbaur dengan teman-teman di area pabrik. Dua jam berkeliling kemudian kembali ke dalam kantor, dan tak lama suara bel istirahat berbunyi. Cerdik! Continue reading

Bucket List

One of my Bucket list. I want to see Northern Lights.

Jalan Jalan Men!

22 Agustus 2014

Jumat pagi Gue, Risya (Om) dan Taufik atau yang lebih akrab disapa Aming udah siap berangkat ke Cileunyi. Gue sama Risya akan reuni sama sahabat lama. Rawink namanya. Yang pernah baca postingan “Life is an absurd journey” pasti tahu siapa orang ini. (:

Tapi sebelum berangkat gue ngga sengaja dapat pertanyaan dari nyokapnya si Om. “Mau kemana?” Tanya si Ibu.

“Ke Papandayan Bu”. Jawab gue.

“Papandayan? Bukannya ke Merbabu?” Si Ibu balik nanya dengan sedikit kecurigaan.

Kikuk. Bingung mau nyautin apa gue. Yaudah jujur aja emang mau ke Papandayan.

“Jangan mengkol-mengkol dulu ya! Inget! Cuma ke Papandayan aja kan, ngga nyimpang kemana-mana lagi?!”

Dalam hati. Kenapa gue yang jadi di introgasi gini. Sementara anaknya santei telpon-telponan di kamar.

Dengan nada meyakinkan gue bilang “Iya Bu, ngga akan nyimpang kemana-mana. Cuma ke Papandayan kok”.

Rule number one. Buat kalian yang mau jalan-jalan jangan lupa minta izin sama orang tua. Usahain bilang mau kemana dan sama siapa aja. Kalo sekiranya ngga penting banget ngebohong jangan ngebohong. Masih pada percaya sama yang namanya kualat kan?

Dengan dua motor kita langsung meluncur ke kosan Rawink, di kawasan Cileunyi Kab Bandung. Ini jadi reunian buat Gue dan khususnya Risya setelah hampir setahun tidak bertemu. Ya, terakhir kali bertemu saat pendakian ke Mahameru Oktober 2013. Sedangkan gue sudah lebih dulu silahturahmi ke Rawink tak lama setelah Idul Fitri. Kita hiking bareng ke Manglayang.

Bersama Rawink, Gue kebagian tugas membeli keperluan Logistik. Sementara Risya dan Taufik dibiarkan bebas dengan smartphonenya dikosan.

Pendakian kali ini bisa jadi sesuatu yang berkesan buat teman kami Taufik. Ini pendakian perdananya. Walaupun sebenarnya Taufik mengklaim sudah pernah ke Lawang Angin dan Gunung Puntang dan mengaku sudah expert.

Gue selalu ingat sebelum hari ini datang (jumat) Taufik selalu bilang hanya akan membawa daypack.

This is call expert? Begitu Gue & Risya membalasnya.

Okay, Taufik mengklaim dirinya seorang yang expert tapi tidak menurut Gue, Risya & Rawink. He still a newbie. (:

Dia sering sekali mengeluh ketika carriernya kita isi air atau persediaan logistik lainnya. “Udah penuh carrier gue, mau diisi apa lagi? Air udah ada 5 botol di dalam!”. Ucapnya dengan nada tinggi.

Semakin dia berontak tak henti-hentinya Gue & Risya memasukkan sesuatu ke dalam carriernya.

Gue & Risya selalu doktrin ke Taufik kalo naik gunung dapat pemandangan bagus itu bonus. Ya, kalo mau dapat bonus harus kerja dulu. Cara kerjanya bawa carrier berat, jangan buang sampah sembarangan, ikutin rule yang ada, dll.

Lagi ngga bosen-bosennya gue bilang gini. “Jangan sampe lo termotivasi naik gunung hanya karena gara-gara nonton 5cm. Atau liat postingan temen di Instagram!”

Barang-barang di repacking dari carrier setelah kita belanja persediaan logistik. Pendakian kali Ini bisa jadi “revenge” buat Rawink. Dulu waktu ke Mahameru dia yang bawa semua logistik untuk keperluan 5 orang selama 4 hari dan sekarang dia hanya bawa daypack. Karena ini adalah pendakian pertama gue dengan carrier (baru) 75 liter. Sebut saja gue newbie,ya, newbie dalam masalah packing dengan carrier 75 liter.

Packing dilakukan dengan sangat rapih oleh Rawink, bagaimana seharusnya barang ditempatkan. Komposisi barang yang tepat bisa memaksimalkan isi carrier dengan lebih banyak membawa barang bawaan/persediaan logistik. Memang yang sering menjadi permasalahan adalah cara packing baju, jacket, raincoat, sleeping bag apapun itu yang bisa dilipat. Pastikan melipat dengan sangat rapih dan press setipis mungkin untuk menghemat ruang. Pastikan barang-barang yang disebutkan diatas tadi disimpan dibagian bawah. Setelah barang tersebut masuk dalam carrier tekan hingga bisa menghemat space yang diinginkan. Bila perlu lakukan dengan cara diinjak.

image

Continue reading

Karakter Orang Dilihat Ketika Sedang Sarapan Bubur Ayam

image

Bicara soal bubur ayam emang enak sih dijadiin sarapan di pagi hari tapi suka merhatiin ngga fakta-fakta apa saja yang terjadi ketika sedang sarapan bubur ayam. Nah, ini ada beberapa hal yang dilakukan orang saat sedang sarapan bubur ayam yang berhasil gue perhatikan selama masa liburan lebaran.

1. Yang sebelum makan, buburnya diaduk-aduk ampe kaya “maaf” menyerupai eek ayam. Tipe orang yang begini biasanya adalah tipe orang yang suka PHP-in pasangannya. Kenapa gue tahu? Dulu gue sempet diajarin belajar membaca karakter orang dari Guru Seni di SMA, namanya Pak Sukendi.

2. Yang makan bubur ayam masih panas mulutnya mangap-mangap. Sedangkan tipe ini memperlihatkan karakter seseorang yang mudah gelisah. Ketika seseorang merasakan kegelisahan maka akan berdampak pada ketidaksabaran dan berujung pada ketidakpuasan.

3. Harus dikunyah setidaknya 13 kali. Ini menunjukan tipe orang yang tidak mudah menyerah dan menyukai hal-hal baru. Ini kesempatan buat kalian yang memang sedang mencari pacar/pasangan tipe ini bisa jadi cocok dijadikan teman hidup kalian. Selamat mencari. Semangat!

4. Memisahkan sambal diatas sendok. Jika kalian pernah mengalami hal tersebut berarti kalian sedang dilayani oleh tukang bubur yang bertipe kreatif sedikit bicara dan banyak bekerja. Selain itu tipe ini menunjukkan bahwa seseorang bekerja secara efektif dan efisien.

5. Selanjutnya ada tipe orang yang makan bubur ayam lebih dari waktu yang ditentukan. Standar yang ada selama ini untuk mengabiskan semangkok bubur berkisar antara 5 s/d 8 menit. Tipe seperti ini menggambarkan karakter orang yang sering menunda-nunda pekerjaan.

6. Niat olahraga/Jogging malah sarapan bubur ayam. Kalo yang ini menunjukkan bahwa orang tersebut mempunyai karakter ingkar janji. Hati-hati apabila bertemu dengan orang tipe ini.

7. Mengajak makan bubur ayam tapi lupa bawa uang sendiri. Sedangkan tipe yang satu ini sudah masuk pada level yang mengkhawatirkan. Tipe orang seperti ini masuk dalam kategori pelit.

8. Yang makan bubur ayam dipinggir jalan salah satu kakinya dinaikin ke kaki yang satunya. Ini menandakan bahwa orang tersebut tergolong tipe penyabar dengan pembawaan yang kalem dan santai disetiap waktu.

Itulah 8 karakter orang dilihat ketika sedang sarapan bubur ayam. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi acuan menilai orang disekitar kalian.

Liburan Indie

Nah, seperti biasa. Bingung di opening. Mau mulai dari mana. Bangkek. :)

Sometimes, best moments happen when they are unplanned. Dengan persiapan serba mendadak gue segera mengontek salah satu sahabat sebut saja dia si Hiu, untuk meminjam carrier dan tenda sebagai persiapan pendakian ke Cikuray, Garut.

Sabtu itu gue bersama kedua teman Risya dan Asep tampak cukup sibuk mempersiapkan segala perlengkapan. Maklum ini adalah pertama kalinya bagi kami mempersiapkan segala sesuatunya dengan sendiri. Biasanya ketika akan melakukan pendakian kami hanya “join” dengan teman yang memang sudah expert. Ngga usah repot cari tenda, alat masak trangea, persediaan logistik, akomodasi, perizinan, dll. Istilah kerennya “tahu beres” hanya ikut sumbang menyumbang.

Minggu pagi sebelum berangkat gue masih sangsi antara akan memakai sneakers atau boots untuk pendakian. Setelah mendapat saran akhirnya gue memakai boots.

Dari Batujajar, Kab. Bandung Barat kami menggunakan bus. Madona. Ya, nama busnya adalah Madona tujuan terminal Leuwipanjang via Tol. Kami membayar Rp. 6.000,-/orang.

Sampe di terminal Leuwipanjang kami menggunakan mini bus (elf) tujuan Dayeuh Manggung. Ongkos Rp. 20.000,-orang.

Sialnya setelah sampe Garut tak jauh dari Tarogong, kami diturunkan ditengah jalan karena muatan kosong. Kami dialihkan ke salah satu angkutan umum. Setelah beberapa saat melihat suasana kota Garut dengan gadis-gadis ayunya yang berseliweran dimana-mana, gue rekomendasi-kan Garut buat jadi tempat hunian di masa depan. Menurut gue ini adalah sebuah pilihan alternative untuk mendapatkan taraf hidup layak saat ini ketika bagi sebagian orang yang sudah merasakan jenuh dengan hiruk pikuk kehidupan kota urban. :)

Sedikit advice aja buat kalian yang memang baru pertama kali akan mendaki ke tujuan yang memang belum pernah dikunjungi, pastikan bahwa angkutan umum yang membawa kalian benar-benar membawa ke tujuan yang tepat. Karena sering kali supir ataupun kernek meyakinkan kita dengan tujuan yang benar tapi ketika di tengah perjalanan diturunkan begitu saja dengan berbagai alasan. Buatlah second opinion sebelum benar-benar memilih angkutan umum. Tanyakan pada orang disekitar yang sekiranya dapat dipercaya. Tentu saja ini untuk meminimalisir kerugian waktu, biaya, dll.

Sampai di Dayeuh Manggung (Pangkalan Ojeg) kami bertiga nego harga untuk sampai ke Pemancar dengan menggunakan ojeg. Rata-rata mereka menawarkan dikisaran harga 30-40 ribu/orang. Jago-jagolah menawar sampai diharga paling murah.

Dari pangkalan ojeg sampai pemancar kita akan disuguhi pemandangan perkebunan teh. Butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke pemancar. Kenapa disebut pemancar karena memang banyak tower pemancar sinyal milik stasiun TV. Bagi pendaki yang memang membutuhkan air mineral botol ataupun persediaan makanan ringan, seperti mie instan, roti, untuk bekal selama pendakian di pemancar banyak tersedia warung yang menjual kebutuhan tersebut. Tenang bagi kalian yang ingin buang air kecil/besar ataupun mandi disini tersedia pula toilet umum. Bisa dibilang Pemancar ini seperti Ranupanenya di Semeru.

Sebelum mendaki kita akan di data oleh pihak petugas Gunung Cikuray. Sekedar info saja Gunung Cikuray ini belum menjadi Taman Nasional jadi masih dikelola oleh swadaya masyarakat setempat. Setelah di data kita akan diminta biaya administrasi (read: sedekah seridhonya). Sedikit saran kalo bisa disesuaikan dengan jumlah orang yang naik, ya, kalo naik 10 orang minimal kasih dua puluh ribu lah.

Seperti ritual-ritual pada umumnya kami bertiga berdoa meminta keselamatan selama pendakian dan saat turun nanti.

Kurang lebih 2 km pendakian akan masih berupa track perkebunan teh dan menemukan beberapa ilalang berwarna ungu (bila mendaki di musim hujan).

image

Saat itu kami bertiga berangkat mendaki tepat jam 3.30 wib. Dari awal, kemiringan pendakian sekitar 60-65 derajat dan ini yang membuat gw dan risya mendapat pukulan telak di awal-awal.

image

Continue reading

ADAM & KEIRA (Part 2)

Adam sengaja memasang alarm di arlojinya tepat jam 5.10 pagi. Adam sudah merancang ini semua sejak di Stasiun Bandung. Adam hanya ingin memastikan apakah Keira benar-benar seperti yang dikatakan Ibunya: “Keira itu cantiknya kelewatan lho Dam kalo lagi tidur”. Sungguh, Adam merasa geli apabila mengingat ucapan tersebut pada Sabtu sore di sela-sela jamuan makan di rumah Keira.

Namun, kini Adam percaya Tante Wati tidak berbohong. Anaknya memang benar-benar cantik. Pagi itu sinar mentari pagi menembus kulit wajahnya yang putih merona. Subhanallah. Adam berucap kagum. Sesaat kemudian dia membandingkan dengan kulitnya yang berwarna kuning langsat. “Jauh benar ya”. Ucapnya sedikit ngenes.

Adam sadar betul salah satu kekurangannya adalah mengingat. Tapi tidak untuk yang satu ini. Adam akan mengingatnya sebagai salah satu pagi terbaik yang pernah ia lewati. Sebelumnya hanya ada satu pagi yang begitu berkesan baginya. Yaitu ketika melihat sunrise saat summit attack ke Mahameru. Walaupun tidak melihat sunrise dari atas puncak Mahameru namun dia mengingatnya sebagai salah satu the best early morning ever dalam hidupnya.

Y O U
Continue reading

True Love

Pastinya pernah kan sekali waktu iseng liat phone book di smart phone atau sekedar ngecek followers di twitter ?

Biasanya sih dari skrol-skrol di phone book atau twitter menghasilkan sesuatu yang awesome. :)

Ngga ada salahnya juga ngecekin kaya gitu. Ada saat dimana muka lo akan menampilkan ekspresi yang unik ketika melihat deretan nama-nama yang ada di phone book atau di followers. Entah itu tersenyum, atau drastis berubah ketus. Dan gue yakin dari deretan nama-nama tersebut mempunyai ceritanya sendiri-sendiri.

Dari sekian deretan nama yang ada di phone book, ada banyak yang menarik perhatian sebenarnya tapi kayanya ngga ngebahas akan lebih baik. :)

Nah, kalo dari followers gue sangat tertarik sama akun yang satu ini.

image

(Lihat Followers paling atas)

Dini ini teman sekelas gue di SMA tepatnya saat kelas 12. Tanpa pikir panjang gue pun kepo-in twitter si Dini.

Melihat profil twitternya kalimat pertama yang gue ucap adalah “Si Kampret, Gokil” lalu tertawa puas. Dini dan Diaz ini satu alasan kenapa gue kangen masa-masa SMA. Sebenernya Dini & Diaz punya saingan yang ngga kalah gokil di zamannya. Mereka adalah Nicky dan Fauzyah.
Nicky & Dini satu kelas sama gue di IPS 3. Sedangkan pasangan mereka berada di kelas yang sama pula di IPA 4.

Sayangnya tak lama setelah lulus SMA Nicky & Fauziah tidak bisa mempertahankan julukan “couple of the year” yang gue kasih karena cinta Nicky di khianati Fauziah. :(

image

image

(Tampilan Profil Twitter Dini & Diaz)

Buat gue pribadi & salah satu teman (Irhan) melihat kisah cinta Dini-Diaz & Nicky-Fauziah adalah sebuah fenomena yang langka saat SMA dulu (circa 2004-2007).
Continue reading